Jumat, 01 Juli 2016

Andai aku tau

Aku tidak pernah tau bahwa mencintaimu ternyata sesakit ini.
Engkau yang dulu hanya bayangan untukku, sekarang hanyalah sebuah kamuflase dalam frame kaca yang tak bisa lagi kusentuh.
Engkau yang dulu selalu abai akan kehadiranku, sekarang menjauh perlahan dan memutuskan pergi.
Hujan yang sangat ku nanti pun tak pernah bisa membuatmu berhenti, bagaimana mungkin ku bisa lebih lama membuatmu bertahan tanpa alasan?
Jika dulu alasanmu pergi karena tidak mengenalku, bolehkah ku berharap itu terulang?
Karena ternyata mengenalmu adalah salah satu kesalahan terbesar yang pernah ku lakukan.
Dan mencintaimu dalam diam merupakan salah satu kesalahan lain yang menuntunku untuk lebih terjerumus dalam perasaan yang menyesakkan.
Jika waktu bisa terulang, ku akan memilih untuk tetap menjadi pengamatmu dari kejauhan, setidaknya melihatmu dalam bayangan lebih baik dibanding mengingat senyummu yang tak ku tau kau tujukan untuk siapa.
Maaf jika aku abai, maaf jika aku terlalu berharap pada kenyataan semu yang selalu kucari-cari. Maaf jika rasa cintaku inilah yang membuatmu harus pergi.
Andai dulu aku tau, mencintaimu ternyata sesakit ini.