Senin, 03 Agustus 2015

Kangen

Baru beberapa jam ku tapaki jalan meninggalkan rumah..
Jauh, jauh dari kenyamanan..
Jauh, jauh dari kehangatan..
Jauh, jauh dari keluarga..
Lalu, kudapati kini diriku tengah meringkuk di pojok kamar..
Menghitung hari demi hari, beserta bulan. Menunggu, kapan waktunya aku akan pulang?
Kembali dalam rengkuhan keluarga?
Aku sepi, sepi dalam keheningan..
Aku hening, hening dalam keramaian..
Aku bimbang, penuh dengan pengharapan..
Lantas, apa gunanya aku berpura-pura bahagia saat aku memilih kembali?
Bukankah banyak hati yang tersakiti?
Kenapa dulu aku memilih untuk menjauh?
Rindu, sungguh rasanya rindu..
Aku hanya bisa menunggu waktu, kapan lagi saatnya..
Meski saat itu tiba, aku selalu merasakan terbangun dikala lelap, dan terisak menangisi jauhnya jarak..
Rindu, ibu aku teramat rindu..
Doakan aku disini, doakan pengorbananku disini untuk menjadi bekalku nanti..
Aku rapuh ibu, aku ingin berada dalam rengkuhanmu..
Tunggu aku, 6 bulan bukan waktu yang lama bukan?
Untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar