Hari ini gue dapet pelajaran lagi. Not, not a lesson about class. But, some question that make me think it to hard.
Hmm. Ceritanya tentang seberapa besar sebuah permintaan?
Sebenarnya ini pertanyaan simpel. Tapi gue dan orang-orang yang gak memahami maksud ini pasti bakal mikir, maksud loh?
Gini gue mau jabarin. Sebenarnya permintaan itu apa sih? Apa lo pernah mendapatkan suatu pertanyaan mengenai tolong?
Ya, lo bener. Permintaan artinya kita meminta untuk direspon, dibantu dan lain sebagainya. Sebenarnya wujud permintaan yang selama ini kita kenal lebih ke arah perintah. Dan orang-orang cenderung males nanggepin atau mengulurkan bantuan yang berwujud perintah.
Pernah gak sih lo berpikir, dosen ngasih lo tugas, asprak ngasih lo laporan atau orang tua lo ngasih lo dukungan buat kuliah itu karena mereka sedang melakukan transaksi permintaan?
Tapi yang kita pahami selama ini, bahwa mereka cenderung memerintah kita. Ini gak bisa dipungkiri sih. Menurut gue kesalahan persepsi ini karena bahasa verbal dalam penyampaian pesan yang mereka lakukan cenderung membuat kita berpikir bahwa kita sedang diperintah.
Jujur gue juga ngerasa gitu. Tapi semakin lama gue berpikir, gue mengerti bahwa mereka sedang meminta. Dosen memberi kita tugas karena mereka meminta kita untuk menyelesaikannya agar kelak dikemudian hari kita mampu menyelesaikan masalah yang ada. Asprak ngasih kita laporan karena mereka meminta kita untuk mempelajari apa yang sudah kita dapat dan memahami secara lebih baik agar ilmu yang kita dapat tidak menguap begitu saja. Begitu juga orang tua kita yang meminta kita agar sekolah dan menjadi orang sukses semata-mata karena mereka meminta agar di masa depan kita bisa lebih baik dari yang mereka harapkan.
So, gue cuma mau mengutarakan pendapat bahwa dibalik permintaan itu ada maksud yang baik, ada pesan yang ingin disampaikan, namun terkadang tidak semua respon yang diterima menunjukkan hal positif. Tidak semua orang yang dimintai pertolongan atau sesuatu bisa mengabulkannya.
Gue belajar itu hari ini. Satu semester gue melalui semua praktikum dengan baik. Alhamdulillah gue dapet kelompok yang klop banget. Dan gue seneng bisa jadi bagian dari mereka. Dan ini pertama kalinya gue meminta. Permintaan gue simpel. Gue pengen mengabadikan foto bareng. Mungkin buat lo lo yang gak ngerti maksud gue pasti bakal mikir, "buat apa sih? Plis banget deh, gue laper, nambahin kerjaan aja, buruan deh, bla bla bla".
It's oke. Lo boleh ngerespon apapun. Sama seperti yang udah gue uraikan sebelumnya. Dibalik sebuah permintaan pasti ada maksud yang baik.
Dan maksud gue kali ini adalah.
Gue mau nunjukkin ke anak gue suatu hari nanti, "nak, ini dulu foto waktu mama praktikum sama temen-temen dengan kelompok terbaik yang mama punya. Mama berharap suatu saat kamu juga bisa menemukan teman-teman yang bisa diajak kerja sama seperti mereka. Kelak suatu hari nanti wajah-wajah ini yang selalu mama ingat setiap ada kesulitan dalam melakukan pekerjaan atau merindukan kebersamaan dalam suatu tim. Karena mereka akan selalu jadi pelajaran berharga yang mama punya".
See? Ada yang salah dengan harapan gue? Dan hari ini, kejadian ini menjadi awal dan akhir dari kekecewaan yang gue alamin. Gue hanya meminta sekali dan gue tidak mendapat respon yang cukup baik.
Dan gue mulai berpikir bahwa, Allah nunjukin suatu pelajaran berharga. Kelompok atau tim yang gue kira baik ini ternyata bukan menjadi tim atau kelompok terbaik dalam hidup gue yang kelak bisa gue tunjukkin ke anak-anak gue nanti.
Masih berpuluh atau belasan tahun yang harus gue lewatin, dan gue selalu berharap kelak permintaan sederhana gue ada yang mengabulkan. Karena gue gak pernah meminta kepada siapa yang gue anggap tidak berharga dalam hidup gue.
Dan mungkin Allah benar, bukan sekarang waktunya.
Thanks:)
Lab kimfis, 27 Mei 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar