Kamis, 09 Juli 2015

Ada yang hilang

Tadi pagi gue ngerasa satu hal yang aneh waktu nge stalking adik angkatan. Ntah kenapa gue cemburu. Cemburu setiap ngelihat dia foto sama ceweknya. Gue bingung, perasaan apa yg timbul ini?

Apa gue suka? Apa gue sayang? Bahkan perasaan ini terbawa hingga gue terlelap. Gue terlalu terbawa hati dan suasana. Bahkan di mimpi gue, gue berharap dia melakukan hal yang sama ke gue, c'mon, cewek mana yg gak suka diperlakukan romantis sama cowoknya?

Tapi, di mimpi gue pun, gue tetep setia. Perasaan bersalah itu, perasaan terluka itu yang gue rasakan saat cowok yang tidak seharusnya merebut hati gue memperlakukan gue bagai putri.

Saat terbangun, gue termenung. Apa yang salah? Dan gue jelas telah menemukan alasannya. Ekspektasi gue yang salah.

Gue bukan, maksud gue tidak mencintai laki-laki lain (berkat hati gue yang terlalu setia), tapi yang gue inginkan adalah, gue ingin lelaki yang bersama ataupun yang akan menjadi bagian hidup gue bisa memperlakukan hal yang sama yang dilakukan dari semua laki-laki yang gue kagumi.

Meski dalam lisan gue berkata, gue gak butuh itu semua, gue gak butuh pemanis kata, gue gak butuh barang-barang apalah. Tapi tetep aja, kodrat gue sebagai cewek yang selalu ingin perlakuan istimewa dari orang yang istimewa. Gue ingin dijadikan pusat dan prioritas utama dalam kehidupan. Gue ingin lelaki yang mampu mengikat gue dalam janji pasti. Tanpa harapan semu. Gue ingin diyakinkan bahwa suatu saat gue bukan hanya bagian cerita dia, tapi gue partner penting dalam semua kegiatan yang dia lakukan. Bagi gue, lelaki manapun itu, yang bisa membuat gue nyaman dalam kesederhanaan adalah lelaki yang harus gue pertahankan.

Dan faktanya sampai saat ini gue belum menemukannya.

Hidup dalam status tidak pasti. Hati gue terombang-ambing. Gue sayang, gue cinta. Tapi hati gue selalu meminta lebih. Apakah ini masih bisa disebut cinta? Jika kau tidak bisa menerima segala kekurangan pasangan? Ntahlah, gue gak tau. Yang gue tau hati gue terlalu setia dan terlalu rapuh jika dipaksa menerima.

Tapi pagi ini gue sadar, gak semua hal bisa dipaksakan sesuai apa yang kita mau. Yang bisa kita lakukan adalah bersabar, berdoa dan berusaha. Lo ingin dia berubah menjadi apa yang lo mau? Maka lo harus berubah seperti yang dia mau. Meski awalnya pasti tidak nyaman melakukannya, tapi mungkin saja itu bisa mengembalikan rasa kepercayaan diri lo yang sempat hilang.

Hidup ini simpel. Jika hanya tertuang di dalam kertas dan terlahir sebagai teori.

Hidup ini sulit. Jika kita mulai membuka mata dan mulai merubah segalanya.

Ya, sesederhana itu. Meski gue belum memutuskan akan memilih yang mana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar