Selasa, 14 Juli 2015

Terlalu Berbeda

Hai kamu..
Yang saat terbangun di pagi hari, lantas beranjak ke kamar mandi. Menuai aktivitas di pagi hari. Tanpa beban. Tanpa hambatan.

Hei kamu..
Yang saat berkata kamu lapar, maka sudah tersaji aneka hidangan di meja makan. Lantas kau tinggal menyisingkan lengan, dan mulai mencecap masakan.

Hei kamu..
Yang saat ingin berpergian, sudah ada kendaraan yang terparkir rapi di halaman. Yang kau lakukan hanya masuk. Duduk rapi memanggil pelayan. Yap, orang yang bersedia mengantarmu hingga tujuan.

Hei kamu..
Tidakkah kau berpikir? Hidup kita terlalu berbeda. Kau sibuk dengan aktivitas mewahmu sedangkan aku harus berpeluh bermandi keringat, bekerja keras untuk menyongsong hidup. Tanpa ada kemewahan, atau janji manis di masa depan.

Hei kamu..
Lantas masih pantaskah kau meremehkan segala hal yang aku punya? Di saat aku memperoleh semua dengan kerja keras yang ku lakukan, kau hanya sekedar menggedikkan bahu. Dan voila! Semua tersedia di depan mata.

Hidup terkadang tidak sesederhana yang kau pikirkan. Hidup terkadang tidak sedamai yang kau bayangkan. Cobalah untuk 'melihat' bahwa kita terlalu berbeda. Jangan samakan aku dengan kehidupanmu. Tolong hargailah jika kau masih belum bisa menghapus bebanku.

Hargailah dengan tidak meremehkan segala hal yang aku miliki.

Hargailah dengan selalu memberi motivasi.

Hargailah bahwa kehidupan tidak sebercanda itu.

Bukankah dulu kau yang paling 'tau' hidupku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar